Rabu, 27 September 2017

Curhatan gadis kecil yang beranjak dewasa: Awal berada di PKN STAN




hai semua, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman tiga minggu pertama saya kuliah di PKN STAN. Sebelumnya bagi yang baru pertama kali membaca blog saya, perkenalkan nama saya Hanna Nisaur Rosyada Adna dari jurusan Manajemen Keungan, Prodi D I Kebendaharaan Negara 2017. saat SMA lebih dikenal dengan Ocha, namun saat ini panggilan saya adalah Hanna. Post kali ini akan berisi tentang curhatan-curhatan saya, jadi selamat membaca.


Sudah menjadi rahasia umum apabila seleksi masuk PKN STAN itu sangat ketat. untuk USM PKN STAN tahun 2017 sendiri dari sekitar 140.000 pendaftar, hanya 6.000 saja yang bisa merasakan menjadi mahasiswa PKN STAN. Namun menurut saya, seleksi tersebut memang bukan hanya sekedar seleksi biasa, karena saat menjalani proses perkuliahan pun akan lebih berat dibanding dengan seleksi masuk. Disini kita memang harus dituntut untuk selalu memiliki tubuh yang sehat dan kuat, kemampuan daya pikir yang tanggap, dan daya saing yang tinggi.

progran diploma satu memiliki 25 sks persemester (di universitas lain maksimal hanya 24 persemester), kelas saya menjalani proses perkuliahan dari senin-kamis, dari pagi samapai jadwal termalam pukul setengah tujuh malam. sitem perkuliahann nya tidak jauh berbeda dengan sistem SMA- SMA yang menerapkan sistem fullday dari pagi sampai sore, dan moving class. waktu pergantian anatar mata kuliah, yang paling cepat adalah 10 menit. hari Jumat dan Sabtu, kalau dikelas saya dikhususkan untuk jadwal pengganti, mengerjakan tugas-tugas, dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Hampir setiap matkul selalu mendapatkan tugas, jadi kami harus pandai-pandai dalam mengatur waktu.

Untuk seragam kuliahnya, hari senin dan Rabu kami menggunakan kemeja putih dan bawahan hitam, Selasa kemeja cerah dan bawahan gelap, kamis batik, jumat sabtu bebas namun tetap sopan dan formal. kebanyakan mahasiswa PKN STAN menggunakan tas ransel, karena buku-buku kami yang sangat banyak. Salah satu hal yang menarik dari PKN STAN adalah, budaya saat azan berkumandang dosen-dosen langsung menghentikan kegiatan nya dan mempersilakan kami untuk mendengar azan. Selain itu kampus PKN STAN adalah kampus yang sangat bersih karena semua civitas akademika memiliki disiplin yang tinggi, termasuk dalam hal tanggung jawab terhadap sampah.

Jujur awalnya saya merasa kaget dengan segala hal yang serba cepat dan padat ini, dan saat ini saya sedang dalam proses penyesuaian. Saya berharap proses adaptasi saya ini berjalan dengan cepat dan lancar, hingga akhirnya saya bisa merasa nyaman berada disini. Semangaat!


terimakasih telah membaca curhatan sayaa

Rabu, 20 September 2017

Hanna Nisaur Rosyada Adna: Puisi dari hati

Puisi ini terinspirasi dari para kakak tingkat yang mengadakan kerja bakti membersihkan kolam kebanggan PKN STAN di pertengahan tahun 2017. Yang menarik perhatian saya adalah, di dalam peraturan sebenarnya mahasiswa dilarang untuk masuk kedalam kolam, karena merupakan pelanggaran. Namun ketika kegiatan tersebut diadakan, saya dapat merasakan antusiasme dan partisipasi aktif dari para kakak tingkat (karena hal tersebut merupakan kegiatan yang langka) 


SAJAK BAKTI KERJA

oleh Hanna Nisaur Rosyada Adna

MAHASISWA
Lautan jiwa muda
Tugas macam gunung bisma
Dompet kandas tak beralas
Teriakan ibu kos maha-kuasa
Telepon dari bapak
Kasih dari kampung menagih kabar
Organisasi belum sampai tujuan
Berkumpul dibundaran siang-siang
Katanya hendak menunjukan cinta
Terhadap kampus tercinta

MAHASISWA
Segala macam alat tempur siap
Sapu lidi, pengki, kemoceng, sikat
Ember, gagang pel, tempat sampah
Bibit pisang mangga sampai angsana
Berkumpul dibundaran siang-siang
Katanya hendak menunjukan cinta

Terhadap kampus tercinta




Dimohon untuk tidak meng-Copy Paste tanpa persetujuan dari pencipta puisi. terimakasih

Sabtu, 16 September 2017

Mahasiswa PKN STAN: Pentingkah berorganisasi itu?

BUTUHKAH KITA BERORGANISASI?


Mahasiswa, sebuah kata  yang terdengar hebat saat diucapkan dan dengarkan. Maha menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sangat; amat; teramat. Sementara siswa semerti yang kita ketahui berarti murid. Jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari seorang murid.

Menjadi mahasiswa PKN STAN tentu saja merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan, Karena politeknik ini merupakan salah satu politeknik paling bergengsi di Indonesia. Tetapi, ketika kita telah menjadi bagian di kampus ini, maka mau tidak mau kita harus memegang komitmen kita untuk selalu mendapatkan nilai yang baik di setiap UAS. Oleh sebab itu, maka beberapa mahasiswa akan berpikiran untuk fokus hanya pada bidang akademik saat berkuliah di kampus ini.

Setiap orang bebas untuk menentukan pilihan nya sendiri. Tetapi menurut saya, ketika kita telah menjadi seorang mahasiswa dan kita memtuskan untuk tidak aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan keorganisasian, dengan dalih bahwa mahasiswa PKN STAN yang harus menjadikan bidang akademik merupakan  prioritas diatas segalanya, merupakan suatu kerugian yang besar.
Mahasiswa merupakan tulang punggung berjalan nya suatu negara di masa depan. Mereka merupakan calon pemegang estafet kekuasaan negeri ini. Memprioritaskan bidang akademik memang bukanlah suatu dosa. Tetapi bayangkan apabila para calon penerus bangsa ini hanya pandai dalam bidang akademik tanpa mampu menyeimbangkan kegiatan kemahasiswaan nya, niscaya negara ini akan menjadi negara robot, dengan orang-orang di dalamnya yang tidak memiliki kecerdasan emosional.

Mengapa bisa begitu? Karena sesungguhnya organisasi merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat terpisahkan dari seorang mahasiswa. Ketika kita mengikuti organisasi, maka kita akan lebih luas mengetahui tentang dunia di dalam kampus. Selain itu, aspek utama yang dibutuhkan untuk mengikuti keorganisasian adalah mental. Apabila mahasiswa mengikuti sebuah organisasi, secara otomatis ia pasti akan memiliki mental diatas mereka yang tidak mengikuti organisasi. Berbeda dengan mereka yang tidak mengikuti organisasi. Jangankan untuk berbicara di depan umum. Untuk mengeluarkan pendapat di lingkup yang lebih kecil saja mereka tidak memiliki mental untuk melakukan nya. dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita yang sesungguhnya sebagai kaum intelektual.

Betapa penting nya sebuah organisasi mungkin tidak dapat diukur dengan bilangan angka, namun dapat kita ukur melalui perasaan dan kepuasan pribadi. Itu yang menyebabkan mereka yang kurang peka, menganggap bahwa mengikuti organisasi hanyalah sebuah kesia-siaan belaka. Padahal dengan mengikuti organisasi, kecerdasan emosional atau yang biasa disebut dengan EQ kita akan semakin terasah. Orang ber EQ tinggi, biasanya memiliki kelebihan yaitu, ia mampu bertahan dalam menghadapi stres, memiliki kontrol impuls, mampu mengelola suasana hatinya dan memotivasi dirinya dengan baik, memiliki ketrampilan sosial, mampu memahami orang lain dengan baik, dan berbagai macam hal postif yang lain.


Jadi kesimpulan dari saya, pandai dalam bidang akademik merupakan sebuah keharusan di kampus ini. Karena bangsa kita membutuhkan orang-orang cerdas di masa depan. Namun, untuk menjadi orang cerdas tersebut, selain kemampuan akademik yang baik, mereka harus memiliki kecerdasan emosional yang baik. Salah satu cara untuk mendapatkan kecerdasan emosional tersebut adalah dengan mengikuti kegiatan keorganisasian. Maka dari itu, menyeimbangkan antara nilai akademik dengan keaktifan dalam kegiatan keorganisasian merupakan suatu hal yang sangat penting. Saya yakin, apabila seorang mahasiswa berani mengambil resiko untuk mengikuti kegiatan keorganisasian maka ia pasti telah berkomitmen untuk menyeimbangkan antara kegiatan tersebut dengan aktifitas keakademikan nya.


Semangat Teman-Teman! Love, Rosyahanna

Copyright: Blog Trik dan Tips - http://blogtrikdantips.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-efek-kembang-api-di-blog.html#ixzz2JBcC7hGj Tolong sertakan link ini jika mengkopi artikel diatas. Terima kasih