Sabtu, 21 Oktober 2017

Yuk belajar tentang APBN

Halo semuanya apakabar?
kali ini saya akan membahas tentang salah satu materi yang sangat penting dan harus dikuasain oleh mahasiswa PKN STAN terutama mahasiswa jurusan Manajemen Keungan, yaitu tentang APBN. saya akan menjelaskan nya dengan gaya yang memudahkan semua golongan, karena sesungguhnya pembahasan APBN yang sebenarnya cukup berat dan mengurusa pikiran, hehe.

Jadi apa itu APBN?
APBN merupakan daftar ssistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan negara selama satu tahun anggaran (tahun fiskal). dimulai 1  Januari s.d. 31 Desember

Nah dasar hukum tentang APBN apa saja sih?
1. UUD 1945 amandemen ke 4 pasal 23 dan 22D
2. UU no 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
3. UU no 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
4. UU no 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan & Tanggungjawab Keuangan Negara
dan undang-undang serta peraturan lain nya yang masih banyak lagi

APBN berisikan daftar pendapatan negara dan daftar pembiayaan negara serta alokasinya
Pendapatan Negara dan Hibah didapat dari penerimaan perpajakan dan non perpajakan
Pembiayaan negara yaiu untuk pembiayaan utang dan non-utang
Alokasi APBN yaitu untuk alokasi pusat (dialokasikan ke kementerian/lembaga), dan transfer ke daerah dalam bentuk dana perimbangan dan dana otonomi khusus

Lalu Fungsi APBN apasaja?
fungsi otorisasi: dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja tahun yg bersangkutan
fungsi alokasi: anggaran harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian
fungsi perencanaan: pedoman bagimanajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yg bersangkutan
fungsi distributif: kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan
fungsi pengawasan: pedman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
fungsi stabilisasi: alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian

nah, untuk menyusun APBN ada yang namanya pendekatan penyusunan penganggaran.ada 3 pilar nih yang harus kita ketahui:
1 penganggaran terpadu (unified budget): yaitu klasifikasi belanja pemerintah pusat dirinci menurut organisasi, fungsi, dan jenis belanja
2. Penganggaran berbasis kinerja (performance based budgeting): penyusunan anggaran berbasis kinerja. maksudny adalah memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan kelaran dan hasil yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut
3. kerangka pengeluaran jangka menengah (medium term expendilure framework): penyusunan anggaran belanja negara berjangka menengah/ berdasarkan kebijakan yg implikasinya lebih dari 1 tahun

okee, jadi giamana sih siklus anggaran itu? nah, sebelumnya, mari kita meneganl apasaja dokumen2 yang diperlukan dalam siklus APBN

yang pertama ada RPJM: rencana pembangunan nasional untuk periode 5 tahun, yg merupakan penjabaran dari visi, misi dan program prioritas presiden yang disusun dengan RPJP (rencana pembangunan jangka panjang_ Nasional

Renstra-k/L(rencana strategis kementerian lembaga): dokumen perencanaan k/l untuk periode 5 tahun yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, seerta program dan kegiatan pokok sesuai dengan fungsi dan tugas k/l tersebut

RKP (rencana kerja pemerintah): dokumen perencanaan nasional untuk periode 1 tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM, memuat rancangan kerangka ekonomi makro, yang termasuk didalamnya arah kebijakan fiskal & moneter, prioritas embangunan, rencana kerja & pendanaannya, baik yg dilaksanakan langsung oleh emerintah / yg ditempuh dengan mendorong partiipasi masyarakat

Renja k-l (rencana kerja kementeria lembaga):  dokumen perencanaan k/l yang disusun dengan berpedoman pada Renstra k/l & mengacu  pada prioritas pembangunan nasional & pagu indikatif, serta memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan, baik yang dilaskanakan langsung oleh pemerintah/yg ditepuh dengan mendorng partisipasi masyarakat

RKA k/l (rencana kerja & anggaran): dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program & kegiatan suatu k/l yang merupakan penjabaran dari RKP & renstra k/l yang bersangkutan


naah, sudah tau dokumen2 apa yang dierlukan dengan singkatan2 nya kan? jadi pembahsan selanjutany nggak bakal bingung lagi deh. yuk langsung saja kita bahas tentang siklus anggaran


1. perencanaan & penganggara APBN 
didasarkan pada RPJM dan diakhiri saat RKP disahkan. di proses ini K/L menyusun Renja dan RKA

2. Penetapan APBN
dimulai saat pagu anggaran ditetapkan hingga pembahasan dengan DPR mengenai nota keuangan (presiden melakukan pidato didepan DPR pada tanggal 16Agustus) dan ditetapkan paling lambat 31 oktober

3. pelaksanaan APBN
Pihak yang berperan adalah kementerian negara/ lembaga. pelaksanaan APBN melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)

4. pertanggungjawaban APBN: pemerintah & DPR membahas LKPP (lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah) 


SIKLUS PENYUSUNAN APBN
Januari : membuat konsep kebijakan RAPBN, didalamnya terdapat arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional
Maret: Surat Menteri Keuangan kepada menteri perencanaan, berisikan kapasitas fiskal (resources envelope)
lalu disusul dengan surat bersama/pagu indikatif
Mei: Peraturan Presiden mengenai RKP
Juni: keputusan menteri keuangan (pagu anggaran). Pagu Anggaran k/l disampaikan kepada setiap K/L paling lambat akhir bulan Juni
Juli: Penelaahan RKA-K/L. menteri keuangan mengkoordinasikan penelaahan RKA-K/L dalam rangka penetapan pagu anggaran yang bersifat final, yang dilakukan secara terintegrasi yang meliputi:
1. kelayakan anggaran terhadap sasaran kinerja yang direncanakan
2. konsistensi sasaran kinerja k/l dengan RKP
penelaahan RKA-K/L diselesaikan paling lambat akhir bulan juli. kemenkeu menghimpun RKA-K/L hasil penelaahan untuk digunakan sebaagai:
1. bahan penyusunan nota keuangan, rapbn, RUU APBN, yang akan dibahas dalam sidang kabinet lalu hasil sidang akan disampaikan oleh pemerintah kepada DPR pada bulan Agustus
2. Dokumen pendukung pembasan RAPBN

proses-proses diatas merupakan poses TEKNOKRATIF, yaitu menggunakan metode dan berisikan hitungan-hitungan
Agusutus: merupakan proses politis. yaitu Presiden menyampaikan pidatonya di hadapan DPR pada 16 Agusuts. membahas tentang RUU dan Nota Keuangan. setellah RUU APBN disahkan, alokasi anggaran ditetapkan dengan keputusan presiden paling lambat 30 November yang berisi rincian alokasi anggaran belanja penerimaan pusat
Desember: DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran)
Januari-Desember tahun selanjutnya: Pelaksanaan Anggaran

Pagu Indikatif: anccar-ancar pagu anggaran yang diberikan kepada K/L sebagai pedoman dalam penyusunan Renja-K/L
Pagu Anngaran: Batas Tertinggi Anggaran yang dialokasikan kepada K/L dalam rangka penyusunan RKA-K/L merupakan gambaran arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh presiden dirinci paling sedikit menrut:
a. unit organisasi
b. program
Alokasi Anggaran: batas tertinggi anggaran pengeluaran yang dialokasikan kepada K/L berdasarkan hasil pembahasan rancangan APBN yang dituangkan dalam berita acara hasil kesepakatan pembahasan RAPBN antara pemerintah dengan DPR

Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam APBN
merupakan Indikator utama sebagai acuan dalam penyusunan besaran APBN, ada 7 asumsi:
1. Perumbuhan Ekonomi
2. Suku Bunga SPN 3 bulan
3. Harga Minyak mentah Indonesia: Produksi/ semua minyak yang dapat diambil dari dalam bumi
4. Lifting Minyak:minyak yang siap untuk dijual
5. Lifitng Gas
6. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
7. Inflasi

Struktur APBN
1. Pendapatan Negara
semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar, yang merupakan hak negara dalam 1 tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh negara
a. Pendapatan Perpajakan
b. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)
c. Pendapatan Hibah

2. Belanja Negara
semua pengeluaran yang mengurangi ekuitas dana lancar, yang merupakan kewajiban negara dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh negara
a. Belanja Pemerintah Pusat
   Klasifikasi Organisasi, Fungsi dan jenis Belanja
b. Transfer ke daerah dan dana desa

3. Pembiayaan Anggaran
semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya
a. pembiayaan utang
b. pembiayaan investasi: penanaman modal negara (PMN)
c. Pemberian Pinjaman
d. Kerjasama Penjaminan: Kerjasama Pemerintah dengan BUMN
e. Pembiayaan Lainnya:


KLASIFIKASI BELANJA 
Menurut Fungsi
1. Pelayanan Umum
2. Pertahanan
3. Ketertiban & Keamanan
4. Ekonomi
5. Perlindungan Lingkungan Hidup
6. Perumahan & Fasilitas Umum
7. kesehatan
8. Paeriwisata
9. Agama
10. Pendidikan
11. Perlindungan Sosial

Menurut Jenis
(51) Belanja Pegawai 
(52) Belanja Barang
(53) Belanja Modal
(57) Belanja Bantuan Sosial
dan lain-lain

Menurut Organisasi
disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga di pemerintah pusat

FISCAL RULE DALAM PENYUSUNAN APBN
Anggaran Pendidikan: 20% APBN (UUD 1945 pasal 31 (4))
Dana Alokasi Umum: minimal 26% dari Pendapatan Dalam Negeri (PDN) (UU 33 Tahun Tahun 2004)
Anggaran Kesehatan: 5%
Dana Desa: 10% dari transfer ke daerah (secara bertahap)
Defisit: maksimal 5% (Konsolidasi APBN dan APBD) (UU 17 Tahun 2003)
Outstanding Utang: 60% PDB (UU 17 Tahun 2003)


Itu tadi pembahasan secara Sekilas mengenai APBN, apabila ingin mengetahui lebih detail tentang APBN saya menyarankan kalian untuk membaca buku-buku referensi keluaran Direktorat Jendral Anggaran, ini link nya:
http://www.anggaran.kemenkeu.go.id/dja/edef-buku-referensi.asp

Sekian dari saya, mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan, terimakasih karena sudah berkenan untuk membaca ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Copyright: Blog Trik dan Tips - http://blogtrikdantips.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-efek-kembang-api-di-blog.html#ixzz2JBcC7hGj Tolong sertakan link ini jika mengkopi artikel diatas. Terima kasih