Sabtu, 20 Januari 2018

HAK ASASI MANUSIA
A.      Pengertian HAM
Pengertian HAM menurut Tilaar (2001) adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia, dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia
HAM pada dasarnya bersifat umum & universal. Secara definitiff, “hak” merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan, serta menjamin adanya peluang bagi maunsia dalam menjaga harkat &  martabatnya.
HAM juga bersifat supralegal, yaitu tidak tergantung pada negara atau undang-undang dasar, dan kekuasaan pemerintah, bahkan HAM memiliki kewenangan lebih tinggi keran berasal dari sumber yang lebih tinggi, yaitu Tuhan.
Di Indonesia, hal ini ditegaskan dalam UU No.39/1999 tentang HAM yang mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME.
Beberapa pokok hakikat HAM:
a.       HAM tidak perlu diberikan, dibeli, ataupun diwarisi. Ham adalah bagian dari manusia secara otomatis
b.      HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, pandangan politik, dan asal-ususl sosial bangsa
c.       HAM tidak bisa dilanggar.tidak seorang pun mempunnyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain
B.      Tujuan HAM
Untuk mempertahankan hak-hak warga negara dari tindakan sewenang-wenang parat negara, dan mendorong tumbuh serta berkembangnya manusia yang multi dimensial
C.      Perkembangan Pemikiran HAM

        I.            Perkembangan HAM di dunia
1.       Magna charta (piagam agung 1512)
Berisi perlakuan adil, hukuman, bertanggungjawab,dan penegakan hak dan keadilan bagi rakyat
2.       Bill of Right ( UU hak 1689)
Piagam penghargaan atas pemikiran dan perjuangan HAM oleh rakyat kepada penguasa negara lain/pemeritntah di Inggris. Inti dari tuntutan yang di perjuangkannya adalah “rakyat menuntut agar diperlakukan sama di muka hukum (equality before the law), sehingga tercapai kebebasan”
3.       Declaration Des Droits de L’homme et du citoyen (deklarasi HAM dan warga negara Prancis tahun 1789)
Isi deklarasi:
·         Manusia dilahirkan merdeka
·         Hak milik dianggap suci dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun
·         Tidak boleh ada penangkapan dan penahanan dengan semena-mena atau tanpa alasan yang sah serta surat izin dari pejabat yang berwenang
4.       Bill of rights (UU hak virginia 1789)
Merupakan amandemen tambahan terhadapa konstitusi Amerika Serikat yang diatur secara tersendiri dalam 10 pasal tambahan
5.       Declaration of Human rights PBB
Lahir tanggal 12 Desember 1948 di Jenewa, merupakan usul serta kesepakatan seluruh anggota PBB.
6.       Piagam Atlantic Charter
Merupakan kesepakatan antara F.D Roosevelt dan Churchil pada tanggal 14 Agustus 1941. F.D Roosevelt menyebutkan 5 kebebasan dasar manusia,yakni:
·         Freedom from fear
·         Freedom of religion
·         Freedom of expression
·         Freedom of information
·         Freedom from want
      II.            Perkembangan HAM di Indonesia
a.       Periode sebelum kemerdekaan (1908-1945)
·         Organisasi Budi Oetomo, pemikiran nya, “hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat”
·         Perimpunan Indonesia, pemikirannya “hak untuk menentukan nasib sendiri (the right of self determination)”
·         Sarekat islam, pemikirannya “hak penghidupan yang layak dan bebasdari penindasan dan diskriminasi rasial”
·         Partai komunis Indonesia, pemikirannya, “Hak sosial dan berkaitan dengan alat-alat produksi”
·         Indische Party, pemikirannya, “hak untuk mendapatkan kemerdekaan dan pelakuan yang sama”
·         Partai Nasional Indonesia, pemikirannya, “hak untuk memperolehkemerdekaan (the right of self determination)
·         Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia, pemikiran nya meliputi:
o   Hak untuk menentukan nasib sendiri
o   Hak untuk mengeluarkan pendapat
o   Pemilu dengan sistem multipartai
o   Parlemen sebagai lembaga kontrol pemerintah
o   Wacana pemikiran HAM yang kondusif karena pemerintah memberi kebebasan.
·         Periode 1959 – 1966. Pada peride ini pemikiran HAM tidak mendapat ruang kebebasan dari pemerintah atau dengan kata lain pemerintah melakukan pemasungan HAM, yaitu hak sipil, seperti hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran dengan tulisan.
·         Periode 1966-1998. Dalam periode ini, pemikiran HAM dapat dilihat dalam tiga kurun waktu yang berbeda.
Kurun waktu yang pertama tahuun 1967 (awal pemerintah Presiden Soeharto), berusaha melindungi kebebasan dasar manusia yang ditandai dengan adanya hak uji materiil yang diberikan kepada Mahkamah Agung
Kedua, kurun waktu 1970 – 1980, pemerintah melakukan pemasungan HAM dengan sikap defensif (bertahan), represif (kekerasan) yang dicerminkan dengan produk hukum yang bersifat restriktif (membatasi) terhadap HAM. Alasan pemerintah adalah HAM merupakan produk pemikiran barat dan tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam pancasila
Ketiga,kurun waktu 1990-an, terbentuk lembaga penegak HAM, yaitu komnas HAM
·         Periode 1998 – sekarang
HAM mendapat perhatian yang resmi dari pemerintah
D.      HAM di Indonesia: Permasalahan dan Penegakannya
Indonesia menjamin hak hidup berkeluarga, pengembangan diri, keadilan, kebebasan, rasa aman, kesejahteraan, turut serta dalampemerintahan wanita yang baik
E.       Lembaga Penegak HAM
a.       Komnas HAM
Adalah lembaga yang mandiri yang kedudukan nya setingkat dengan lembaga negara lain nya yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyeluhan, pemanatauan, dan mediasi hak asasi manusia
·         Tujuan:
o   Mengembangkan kondisi bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan pancasila
o   Meninggalkan perlindungan dan penegakan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.
·         Pengadilan HAM
Dalam rangka penegakan HAM, maka komnas HAM melakukan pemanggilan saksi, dan pihak kejaksaan yang melakukan penuntutan di pengadioan HAM
·         Partisipasi masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam penegakan HAM diatur dalam pasal100-103 tentang HAM. Partisipasi masyarakat dapat berbentuk sebagai erikut:
a.       Setiap orang, kelompok berhak berpartisipasi dalam perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM
b.      Masyarakat juga berhak menyampaikan laporan terhadap  terjadinya pelanggaran HAM kepada komnas HAM
c.       Masyarrakat berhak mengajukan usulan mengenai perumusan dan kebijakan yang berkaitan dengan HAM kepada komnas HAM atau lembaga lain nya

d.      Masyarakat dapat bekerja sama dengan komnas HAM melakukan penelitian, pendidikan, dan penyebarluasan informasi mengenai HAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Copyright: Blog Trik dan Tips - http://blogtrikdantips.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-efek-kembang-api-di-blog.html#ixzz2JBcC7hGj Tolong sertakan link ini jika mengkopi artikel diatas. Terima kasih